Friday, April 15, 2011

Hujan !

Tik,,tik,,tik bunyi hujan di atas genteng
:


Sing :
Tik ,, tik,, tik bunyi hujan di atas genteng
airnya turun tidak terkira cobalah tengok dahan dan ranting
phon dan kebun basah semua !

Ya ,, nyanyian TK ,
tapi cukup menghibur juga ! Cuaca sedang extrem , ga ada yang bisa dilakukan walaupun ada semua orang pasti malas dengan kegiatan masing - masing kalau begini.
Setiap hari tanpa hujan rasanya hambar , entah mengapa sekarang hujan terus !
Ya syukur juga sih , itung - itung tanaman ga kekeringan ! Hehe, abis smuanya pada AUTIS toh sama tanaman kan kasihan :P

Apa yang aku tulis ini tak bermakna,
tapi ya ini ungkapn jiwa,
rasa yang tak tau kapan hentinya
aku torehkan dengan kalimat sederhana,
ya untuk menghibur juga
apa sih salahnya >?

heheeh :D

Mumpung lagi ga ada kerjaan,
aku bagi - bagi tips ja deh,
gimana ya caranya mengatasi reaksi bosan atau emosi kita saat ujan begini ?

ya menurut aku sih :
1. Lakuin apa yang kamu suka ! misal , dengerin lagu, ngemil, smsan, belajar
nah asal ngemilnya ga berlebihan deh !
2. Kalo dingin tinggal ambil selimut sama jaket , anget deh tuh !
3. Usahakan mandi air panas ! Ya, sekrang kan lagi musimnya ujian ,, trutama buat anak sekolahan ne , usahakan dah mandi air hangat ? kenapa harus air hangat ? ya supaya ga pilek,batuk - batuk,kedinginan ! nah kalo kondisi ga bagus kan ga bisa belajar ! HANCUR DEH DUNIA!
4. Kurangi keluar rumah , kalo namanya ujan ada juga kali yang seneng yah tapi harus jaga - jaga lo ,, ujan itu bisa buat sakit, ! Jangan kaya anak kecil maen prahu - prahuan, kan kita udah gede harusnya lebih merhatiin tubuh kita ! Biar selalu oke,clean and rapi
5. Kalo ada kilat yah jangan pakek triak sgala wong kita udah d rumah ! Inget satu hal , "JANGAN PANIK" ! Kilat ga akan menghantam badan kalian kalo Tuhan tidak menghendaki ! Jadi Dont Worry Be Happy ! :)

Oke , cuma itu saja yang bisa aku bagi,
yah skali lagi memang tak bermakna,
semua ini lumbrah adanya,
tapi ada baiknya ,
untuk mengingatkan saja !

Iya kan ?

Tuesday, April 12, 2011

Rematik,Jangan Mandi Malam Hari ?

12 April 2011

Cuaca extrem emang ga bisa diprediksi.Kayak di daerah saya, pagi siang ga ada ujan ,, eh sore ujannya pada mengguyur tuh ! Untung kaga banjir ! Kalo banjir tambah repot lagi saya ntar !
Oke sekarang kita mau mengarah ke REMATIK !
Loh kok apa hubungannya rematik sama HUJAN ,,
hehe :D GA ADA SIH !
Cuman PRolog aja !

Emang udah kebiasaan kali yah kalo lagi ga pengen mandi ya ga pengen mandi ! Apalagi kalo ujan yah males banget deh ! ehehe :D
Kalo dijadikan puisi itu kaya gini :

Ujan gerimis,,
Badanku bau amis,,
Ibu berteriak sinis,,
aduh kamu itu kaya rubbish ,, ( sampah )

ahaha :D

Aku biasa mandi malem-malem ! Tapi Ibu selalu ngomel katanya
Kamu itu ,, suka mandi malam - malam ! Kayak orang kebanyakan kerjaan aja ! Baru toh SMP kaya Eksekutif aja ! Awas tar kena REMATIK ! Sekarang emang ga ngerasa tapi entar BAHAYA


Nah gitu tuh,, Kalo Ibu emang suka gitu , termasuk aku nanti mudah - mudahan ga gitu ! Setelah diomelin yah ,, aku diem aja ,, dalam hati bilang *EGP* ,,
haha :D

Karena aku begitu penasaran apakah itu bener,,
langsung aja aku GOOGLING ke Internet ! eh,,eh,,eh ,, ternyata itu cuman "MITOS" para tetua kita aja !
Rematik itu ga bakalan disebabkan oleh mandi malam hari,, tapi mandi mlam hari akan memperberat keluhan nyeri rematik

Artinya orang yang menderita penyakit REMATIK tidak dianjurkan untuk mandi malam - malam ! Kalau memang ingin sekali mandi ( kalau udah kcanduan ni kayak aku ) itu dianjurakn untuk pakek air hangat,Sob !

Nah udah terbukti kan ..
ehe ,, jadi sekarang ga repot lagi deh denger omelan tinggal bilang seperti yang tertera tadi !
JERA DEH SI IBU !!

Thursday, April 7, 2011

Wortel,Telur dan Kopi

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panic pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam
dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini, Ayah?" Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi
kesulitan yang sama, perebusan, tetapi masing- masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak.

Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.

Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut. "Kamu termasuk yang mana?," Tanya ayahnya. "Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?"

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.

Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?

Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.

Terimakasih Ayah,Betapa Miskinnya Kita !

Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak anaknya mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan utama memperlihatkan kepada anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin. Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin.

Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya. "Bagaimana perjalanan kali ini?"
"Wah, sangat luar biasa Ayah"
"Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin" kata ayahnya.
"Oh iya" kata anaknya
"Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?" tanya ayahnya.

Kemudian si anak menjawab. "Saya saksikan bahwa :

Kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.
Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ketengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya.
Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari. Kita memiliki pagar sampai ke halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh.
Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita.
Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya.
Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri.
Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi."

Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.
Kemudian sang anak menambahkan "Terimakasih Ayah, telah menunjukkan kepada saya betapa miskinnya kita."

Sebenarnya...
Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita punya. Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi orang lain. Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseorang.
Membuat kita bertanya apakah yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan sebagai rasa terima kasih kita atas semua yang telah disediakan untuk kita daripada kita terus menerus khawatir untuk meminta lebih.

Pohon Apel

Dahulu kala, ada sebuah pohon apel besar. Seorang anak kecil suka datang dan bermain-main setiap hari. Dia senang naik ke atas pohon, makan apel, tidur sejenak di bawah bayang-bayang pohon apel ... Ia mencintai pohon apel iu dan pohon itu senang bermain dengan dia. Waktu berlalu .......

Anak kecil itu sudah dewasa dan dia berhari-hari tidak lagi bermain di sekitar pohon. Suatu hari anak itu datang kembali ke pohon dan ia tampak sedih. "Ayo bermain dengan saya," pinta pohon apel itu.
" Aku bukan lagi seorang anak, saya tidak bermain di sekitar pohon lag" "Anak itu menjawab,
" Aku ingin mainan. Aku butuh uang untuk membelinya".
" Maaf, tapi saya tidak punya uang ..... tapi Anda bisa mengambil buah apel saya dan menjualnya. Maka Anda akan punya uang "Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua apel di pohon dan pergi dengan gembira. Anak itu tidak pernah kembali setelah ia mengambil buah apel. Pohon itu sedih.

Suatu hari anak itu kembali dan pohon itu sangat senang.
"Ayo bermain-main dengan saya" kata pohon apel.
"Saya tidak punya waktu untuk bermain. Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Dapatkah Anda membantu saya?"
"Maaf tapi aku tidak punya rumah. Tetapi Anda dapat memotong cabang-cabang saya untuk membangun rumahmu."
Lalu, anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting dari pohon dan pergi dengan gembira. Pohon itu senang melihatnya bahagia, tapi anak itu tidak pernah kembali sejak saat itu.

Pohon itu kesepian dan sedih. Suatu hari di musim panas, anak itu kembali dan pohon itu begitu gembira.
"Ayo bermain-main dengan saya!" kata pohon.
"Saya sangat sedih dan mulai tua. Saya ingin pergi berlayar untuk bersantai dengan diriku sendiri. Dapatkah kau memberiku perahu?" ... "Gunakan batang pohonku untuk membangun perahu. Anda dapat berlayar jauh dan menjadi bahagia."
Lalu anak itu memotong batang pohon untuk membuat perahu. Dia pergi berlayar dan tak pernah muncul untuk waktu yang sangat panjang.

Akhirnya, anak itu kembali setelah ia pergi selama bertahun-tahun.
"Maaf, anakku, tapi aku tidak punya apa-apa untuk Anda lagi. Tidak ada lagi apel untuk ananda. ..." kata pohon.
" Saya tidak punya gigi untuk menggigit "jawab anak itu.
" Tidak ada lagi batang bagi Anda untuk memanjat" .
"Saya terlalu tua untuk itu sekarang" kata anak itu.
"Saya benar-benar tak bisa memberikan apa-apa ..... satu-satunya yang tersisa adalah akar sekarat" kata pohon apel dengan air mata.
"Aku tidak membutuhkan banyak sekarang, hanya sebuah tempat untuk beristirahat. Saya lelah setelah sekian tahun." Anak itu menjawab.
"Bagus! Akar Pohon Tua adalah tempat terbaik untuk bersandar dan beristirahat di situ."
"Ayo, ayo duduk bersama saya dan istirahat"
Anak itu duduk dan pohon itu sangat gembira dan tersenyum dengan air mata.

..........................

Ini adalah cerita untuk semua orang. Pohon adalah orang tua kita. Ketika kita masih muda, kita senang bermain dengan Ibu dan Ayah ... Ketika kita tumbuh dewasa, kita meninggalkan mereka ... hanya datang kepada mereka ketika kita memerlukan sesuatu atau ketika kita berada dalam kesulitan. Tidak peduli apa pun, orang tua akan selalu berada di sana dan memberikan segala sesuatu yang mereka bisa untuk membuat Anda bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak laki-laki itu kejam kepada pohon tapi itu adalah bagaimana kita semua memperlakukan orang tua kita.